Thursday, August 20, 2009

Jurus ampuh penolak frustasi

Kegagalan berulang acap membuat orang frustasi. Dan jika perasaan itu telah datang, hidup menjadi begitu mengerikan. semua terasa menghimpit, dunia pun berubah jadi sempit. Mengerikan. Padahal, kenyataannya tidaklah sedemikan menyeramkan. Karena itu, pelajarilah jurus anti frustasi berikut ini, biar kecewa tak lama mendera, ya?

Angela Rossmanith, penulis buku The Self Alone: Understanding Loneliness in Our Lives, yang paham sungguh bagaimana mengatasi rasa frustasi, memberikan kiat yang sungguh membantu. Kami merangkumkannya dalam 9 jurus yang harus Anda praktekkan untuk membunuh musuh terbesar kreativitas itu.

Pertama,
tetapkan tindakan Anda. Dalam keadaan apa pun, Anda tetap bisa memilih tindakan. Saat gagal Anda bisa memilih untuk ambruk, berteriak, atau mengubah kebiasaan lama dan mencari jalan untuk mengatasi masalah yang tengah Anda hadapi.

Kedua,
bersikap lebih fleksibel. Kehidupan tidak selalu seperti yang diharapkan. Apabila Anda dapat menyesuaikan diri dengan situasi baru, maka ketegangan Anda akan berkurang.

Ketiga,
kembangkan tindakan yang kreatif. Tanyakan pada diri sendiri, "Kesempatan apa bagi saya di sini? Jalan yang mana yang terbuka bagi saya?"

Keempat,
evaluasi setiap situasi. Pikirkan segala tindakan sebelum bertindak agar bisa didapatkan pemecahan masalah yang terbaik.

Kelima,
bangkitkan minat pada berbagai hal. Mengerahkan seluruh energi untuk satu aspek dalam kehidupan akan membuat Anda hancur jika yang Anda minati gagal. Minat yang beragam dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan mengimbangi masalah muncul pada area lain.

Keenam,
lihat sisi positifnya. Kegagalan memang merupakan pengalaman yang menyakitkan. Tapi daripada memikirkan kerugian yang Anda alami, lebih baik fokuskan pada apa yang telah Anda pelajari.

Ketujuh,
bertanggung jawab. Jangan salahkan orang lain jika gagal, tapi perhatikan baik-baik masalahnya dan cobalah memahaminya. Tanyakan pada diri Anda, bagaimana yang mengatasinya?

Kedelapan,
jaga keseimbangan. Kegagalan dapat mempengaruhi kita secara emosional, yang berdampak terhadap tindakan kita. Karena itu, sebelum dihadang kegagalan, mulailah berlatih untuk saling membantu dengan teman.

Terakhir,
pelihara selera humor. Humor dan tertawa memang tidak segera memecahkan masalah, tetapi akan membantu kita melihat masalah secara perspektif. Hal itu bagaikan cahaya dalam kegelapan

No comments: